Filed under: love
Saya mau berbagi sedikit cerita yang sebenarnya sangat jarang saya bagi dengan orang banyak. Ini tentang pacar saya *blushing*
Saya kenal baik dengannya sudah sekitar 8 tahun. Waktu yang tergolong lama, namun bukan berarti cukup banyak untuk mengenalnya. Ia selalu menghadirkan kejutan-kejutan (bukan surprise, well yaa karena dia bukan pria romantis) berupa polah nya yang membuat saya sering bergumam “oooh, hal ini juga bagian kecil dari dirinya ya..”
Yaa, dia bukan pria yang banyak bicara, bukan pria yang banyak menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Ia lebih senang menghabiskan waktunya bersantai di rumah bersama orang-orang yang dicintainya, menikmati makanan rumahan, menceritakan hal-hal yang dilaluinya hari itu pada keluarganya, dan hal sederhana lainnya. Tapi itu manis menurut saya.
Pria sederhana yang dewasa dan sangat tenang dalam menjalani kehidupannya.
Padahal hidupnya tidak sesederhana itu, terutama dalam usahanya mencapai cita-cita.
Dari sejak SMP hingga kini ia bekerja, banyak hal-hal sulit yang harus ia lalui. Banyak impiannya yang ternyata harus ia kubur dalam-dalam. Saya tau persis bahwa ia telah berusaha sekuat-kuatnya. Saya tau lelahnya. Saya ingat tiap tetesan keringatnya. Tapi memang Allah lebih tau mana yang terbaik untuknya. Sampai dengan puncaknya, hari ini saya benar-benar dapat merasakan betapa lelahnya ia menjalani kehidupannya. Saya mengeluh. Saya menangis di depannya. Saya marah kenapa harus selalu seperti ini. Tapi kemudian saya malu. Dia hanya sedikit berekspresi. Tapi saya tau dia sedang menguatkan hatinya. Dia hanya sedikit menatap saya kemudian menyibukkan dirinya sendiri. Dan kemudian dia berusaha meyakinkan saya bahwa ini semua baik-baik saja.
Memang benar, lebih menyenangkan menghabiskan waktu bukan bersama orang yang pintar secara matematika saja. Jauh lebih senang menghabiskan waktu bersama orang yang cerdas dan bijak, jadi setiap kali kita pulang sehabis bertemu dengannya, ada saja pembelajaran baru yang kita bawa. Bukan secara sengaja dia mengajari kita, tapi dia mengajarkannya dengan contoh perilakunya.
Thanks God i found him
Saya sepertinya jatuh cinta (lagi)
Jika waktu dapat kuputar…
Aku tak mau mengenal-Nya seperti ini
Hanya nama dan status-Nya yang aku tahu
Aku bingung, mengapa banyak puja padanya
Padahal aku pun sama seperti mereka
Dan ketika aku tahu arti-Nya, Dia telah terasa jauh dariku
Aku tak mampu meraih kasih-Nya hingga kini
Aku malu
Tuhan…berilah aku kesempatan sekali lagi untuk mencintai-Mu
Jika waktu dapat kuputar…
Aku tidak mau lahir menjadi insan yang seperti ini
Tak tahu kasih dan hormat padanya
Padahal aku tahu bahwa dia mencintaiku
Sepanjang benang putih yang melingkari bumi tak berujung
Tiada habisnya berucap makna padaku
Namun kubalas dengan sumpah serapah
Mah..pah….aku mencintaimu
Jika waktu dapat kuputar…
Aku akan lebih banyak belajar menghargai
Karena ku tahu terlalu banyak yang tersakiti
Aku kini mengerti dan akan mencoba mengerti
Agar kalian tetap disini, disampingku
Sahabat..maafkan aku..
Jika waktu dapat kuputar…
Akan kusimpan rapi semua kebahagian ini
Kujadikan album rahasiaku
Biarkan ku melihatnya seorang diri
Jangan ganggu aku!!!!!!!
Jika waktu dapat kuputar…
Aku tak akan membiarkan jam dinding bergerak terlalu cepat
Dia harus membiarkan aku menikmati hariku
Dia akan melihat senyumku yang selama ini terkubur rapat
Maka biarkan aku melakukannya
Jika waktu dapat kuputar…

